MUI Masuki Tahap Finalisasi Persiapan KUII 2026: Bahas Arah Baru Politik dan Ekonomi Umat Islam Pasca-Transisi Nasional


BSATUNEWS -  Jakarta, 15 Mei 2026 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) kini sedang mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 yang diagendakan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 mendatang di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Milad ke-51 MUI. Acara bertema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat” ini menjadi sorotan utama karena akan merumuskan arah baru peran strategis umat Islam di bidang politik dan ekonomi, dalam kerangka kebangsaan pasca-masa transisi kepemimpinan nasional.

Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menyampaikan bahwa panitia pelaksana telah menyelesaikan penyusunan kerangka materi, mekanisme sidang, dan teknis penyelenggaraan. Berbagai rapat koordinasi, konsultasi dengan unsur pemerintah, DPR, lembaga negara, serta organisasi kemasyarakatan dan ormas Islam telah dilakukan untuk memastikan forum ini berjalan inklusif dan menghasilkan keputusan yang berdaya guna.

“Titik fokus utama KUII tahun ini adalah merumuskan kembali peran umat Islam sebagai kekuatan sosial, politik, dan ekonomi yang kokoh, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan persatuan bangsa. Kita berada di fase baru pasca-peralihan kepemimpinan nasional, sehingga diperlukan panduan yang jelas dan terpadu agar kontribusi umat semakin nyata bagi kemajuan Indonesia,” ujar Buya Amirsyah, Rabu (13/5/2026).

Agenda utama yang akan dibahas mendalam meliputi:

  • Penguatan peran politik umat: Menetapkan prinsip, etika, dan pola hubungan umat Islam dengan kekuatan politik, pemerintahan, dan lembaga negara agar berorientasi pada kemaslahatan umum, keadilan, dan persatuan, serta menjauhi praktik yang memecah belah.
  • Pemberdayaan ekonomi umat: Menyusun peta jalan pengembangan ekonomi syariah, keuangan Islam, ekonomi kerakyatan, hingga ketahanan pangan dan penguasaan sumber daya alam yang berkeadilan, guna mengangkat kesejahteraan masyarakat luas.
  • Konsolidasi persatuan: Menjaga keberagaman pandangan dan organisasi di kalangan umat agar tetap berjalan dalam satu bingkai kebangsaan, serta merespons tantangan geopolitik dan dinamika global yang berpengaruh ke dalam negeri.


KUII ke-8 nanti akan dihadiri lebih dari 1.000 peserta, meliputi ulama, akademisi, tokoh masyarakat, pemuka agama, wakil ormas Islam, praktisi ekonomi syariah, hingga perwakilan lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Hasil keputusan kongres nantinya akan disusun dalam dokumen resmi sebagai pedoman langkah umat Islam lima tahun ke depan dan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan strategis pembangunan nasional.
Menurut Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momen strategis untuk menyamakan langkah dan memperkuat posisi umat sebagai kekuatan perekat persatuan dan penggerak kemajuan bangsa. “Peran umat Islam tidak hanya untuk kepentingan internal, tapi juga menjaga kedaulatan negara dan perdamaian dunia,” tambahnya.

Saat ini, MUI juga telah melakukan serangkaian kegiatan pra-kongres, mulai dari dialog daerah, seminar, hingga kerja sama lintas sektor guna menyerap aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat. Lokasi pelaksanaan ditetapkan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, dengan protokol keamanan dan kenyamanan yang disiapkan secara ketat.
Hasil rumusan KUII 2026 diharapkan menjadi rujukan utama bagi seluruh elemen umat Islam dalam berperan aktif membangun Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur, sekaligus memperkuat posisi Islam sebagai rahmatan lil 'alamin di tengah keberagaman nusantara.

Reporter: Tim Bsatunews / Berita MUI / Portal Berita Nasional
Diterbitkan: 15 Mei 2026, 16:05 WIB

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama