Jatim juara umum perolehan medali nasional : Meraih total 45.839 medali dari berbagai ajang kompetisi pendidikan dan olahraga siswa 2026


BSATUNEWS - Surabaya, 14 Mei 2026 Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan dominasi dan kualitas pendidikan di tingkat nasional. Berdasarkan data resmi Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12 Mei 2026, Jawa Timur meraih total 45.839 medali dari berbagai ajang kompetisi pendidikan, seni, budaya, riset, dan olahraga siswa sepanjang tahun 2026, sehingga ditetapkan sebagai Juara Umum Perolehan Medali Nasional.

Angka ini menempatkan Jatim kokoh di puncak nasional, unggul sejauh 501 medali dari Jawa Tengah di posisi kedua (45.338 medali), diikuti Jawa Barat di urutan ketiga dengan 32.160 medali, DKI Jakarta 22.454, dan Sumatera Utara 22.091. Prestasi ini diraih pelajar mulai jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga Pendidikan Khusus, yang menunjukkan pemerataan kualitas pembinaan di seluruh wilayah Jatim.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian ini bukan kebetulan, melainkan hasil kerja keras, konsistensi, dan strategi pembinaan berjenjang yang diterapkan pemerintah provinsi bersama dinas pendidikan, instansi terkait, sekolah, dan masyarakat.
“Angka 45.839 medali ini adalah bukti nyata ekosistem pendidikan Jawa Timur yang sehat, kolaboratif, kompetitif, dan berkarakter. Kami membina talenta sejak dini, dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga siap tampil di kancah nasional. Ini investasi jangka panjang, bukan sekadar mengejar trofi, tapi membentuk generasi cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia,” ujar Khofifah, Rabu (13/5).
Pembinaan berjenjang yang dimaksud meliputi program pelatihan rutin, kompetisi berkelanjutan, pendampingan guru/pelatih, fasilitas pendukung, serta dukungan penuh terhadap bakat dan minat siswa di semua bidang. Keberhasilan ini juga melibatkan peran aktif pondok pesantren, lembaga pendidikan swasta, dan komunitas, sehingga ekosistem tumbuh kuat dan inklusif.



Santri Ponpes Annajah Darul Ulum Magetan Borong 2 Emas O2SN: Bukti Pesantren Tetap Unggul


Di tengah gelombang prestasi besar itu, satu cerita sukses menarik datang dari Kabupaten Magetan. Santri Pondok Pesantren Annajah Darul Ulum, Desa Poncol, berhasil mencetak sejarah dengan meraih 2 medali emas sekaligus pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.
Keberhasilan itu ditorehkan oleh Muhammad Abdul Jabbar, santri kelas 10 SMA Darul Ulum, yang unggul di cabang panjat tebing nomor lead climbing dan speed climbing. Ia berhasil mengalahkan peserta dari berbagai sekolah negeri dan swasta besar se-Jawa Timur, padahal setiap hari ia juga menjalani kewajiban belajar agama, mengaji, dan memegang disiplin ketat khas pesantren.
Kepala Ponpes Annajah Darul Ulum, KH. Ahmad Zaini, menyampaikan kebanggaannya. Menurutnya, prestasi ini membantah anggapan bahwa pesantren hanya fokus pendidikan agama saja.
“Bagi kami, pendidikan agama dan umum, serta olahraga, berjalan beriringan. Disiplin, ketekunan, dan semangat yang kami tanamkan itulah kuncinya. Abdul Jabbar berlatih dengan waktu terbatas namun penuh semangat, dan hasilnya membuktikan: pesantren juga bisa unggul di bidang olahraga, bahkan bersaing di tingkat provinsi,” jelasnya.
Prestasi santri Magetan ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan ekosistem pendidikan Jatim juga merangkul lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Kini Abdul Jabbar berhak mewakili Jawa Timur di ajang O2SN tingkat Nasional yang akan digelar pertengahan tahun ini.
Dengan dua capaian besar ini — juara umum nasional dan prestasi gemilang santri — Jawa Timur semakin kokoh sebagai provinsi dengan sistem pendidikan terkuat dan paling berprestasi di Indonesia. Pemerintah berkomitmen memperkuat lagi dukungan agar talenta Jatim terus bersinar hingga ke kancah internasional.

Redaksi Bsatunews

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama