BSATUNEWS - Surabaya, 12 Mei 2026 Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa Majelis Masyayikh sebagai lembaga pimpinan ulama pesantren memiliki peran strategis dan wajib bergerak menjadi penggerak utama transformasi di lingkungan pendidikan pesantren. Hal ini disampaikan dalam forum pertemuan nasional yang digelar guna memperkuat peran pesantren di tengah dinamika zaman.
Dalam pemaparannya, Sekjen Kemenag menjelaskan, transformasi yang dimaksud mencakup tiga aspek utama, yaitu sistem pendidikan, tata kelola kelembagaan, serta peningkatan kesejahteraan bagi para pengasuh dan santri. Langkah ini diambil agar pesantren tetap mampu menjawab kebutuhan dan tantangan zaman, sekaligus tidak melepaskan akar tradisi serta nilai-nilai luhur yang telah menjadi ciri khas dan keunggulan pesantren sejak dulu.
"Pesantren adalah aset bangsa yang tak ternilai. Agar tetap relevan dan terus memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan negara, pembaruan harus dilakukan secara terarah. Namun ingat, pembaruan ini bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan menyelaraskan nilai luhur dengan kemajuan zaman," ujar Sekjen Kemenag.
Ia menambahkan, sistem pendidikan pesantren perlu disesuaikan agar mampu membentuk santri yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan umum, wawasan luas, dan siap bersaing di berbagai bidang kehidupan. Sementara itu, tata kelola kelembagaan yang lebih baik akan membuat pesantren lebih kuat, transparan, dan mandiri dalam mengelola sumber daya serta program yang ada.
Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan pengasuh dan santri juga menjadi prioritas. Menurutnya, pengasuh yang sejahtera akan semakin maksimal dalam mendidik, dan santri yang terpenuhi kebutuhan dasarnya akan bisa belajar dengan tenang dan fokus.
Majelis Masyayikh diharapkan dapat merumuskan kebijakan, panduan, dan langkah nyata yang bisa diterapkan di seluruh pesantren di Indonesia. Sinergi antara Majelis Masyayikh, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya juga diperlukan untuk mendukung keberhasilan transformasi ini.
Sebagai lembaga yang mewadahi para kiai dan ulama pemimpin pesantren, Majelis Masyayikh dinilai memiliki otoritas dan pengaruh besar untuk mengajak seluruh elemen pesantren bergerak maju bersama. Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan pesantren semakin kokoh, berdaya saing, dan tetap menjadi benteng moral serta spiritual bagi masyarakat Indonesia.
Red. BSATUNEWS
.png)
.png)