BSATUNEWS - Surabaya, 13 Mei 2026 Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terus menegaskan komitmennya untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, sekaligus mendesak dilakukannya reformasi menyeluruh terhadap tatanan dunia internasional yang dianggap tidak lagi adil dan berimbang. Langkah ini disampaikan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, krisis kemanusiaan, serta ketimpangan ekonomi yang meluas ke berbagai wilayah dunia.
Dalam serangkaian pertemuan diplomatik dan pernyataan resmi terbaru, OKI menekankan bahwa penyelesaian konflik, khususnya isu Palestina, harus berjalan beriringan dengan pembaruan sistem tata kelola global. Organisasi yang mewakili 57 negara anggota ini menilai tatanan dunia saat ini masih didominasi oleh kekuatan tertentu, sering kali mengabaikan aspirasi dan hak-hak negara-negara berpenduduk Muslim, serta gagal menciptakan keadilan bagi seluruh bangsa.
“Kita butuh tatanan dunia baru yang lebih demokratis, adil, dan menghormati kedaulatan setiap negara. OKI akan terus berjuang agar suara dunia Islam didengar, dan menjadi mitra strategis dalam menjaga perdamaian, bukan sekadar penonton,” tegas pernyataan Sekretariat Jenderal OKI, Kamis (13/5/2026).
OKI juga mengulangi dukungan penuh terhadap solusi dua negara bagi Palestina, mendesak diakhirinya pendudukan, serta perlindungan terhadap situs suci Islam di Yerusalem. Organisasi ini meminta masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah nyata agar resolusi-resolusi internasional dapat diterapkan sepenuhnya.
Sementara itu, Forum Wasatiyyah Islam—wadah pemikiran dan gerakan moderasi Islam—mengeluarkan pernyataan terpisah yang menegaskan bahwa persatuan umat Islam adalah kunci utama untuk menghadapi berbagai krisis global, baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial yang sedang melanda dunia saat ini.
Ketua Forum Wasatiyyah Islam, Prof. Din Syamsuddin, menjelaskan bahwa konsep wasatiyyah atau jalan tengah, keseimbangan, dan keadilan menjadi landasan penting agar umat Islam tidak terpecah belah, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan kemajuan dunia.
“Dunia kini dihadapkan pada ketidakpastian, persaingan kekuatan, krisis ekonomi, dan konflik yang meluas. Tanpa persatuan, umat Islam akan lemah dan sulit berperan. Wasatiyyah mengajarkan kita berpegang pada nilai kebenaran, keadilan, dan toleransi, mengesampingkan perbedaan kecil demi kepentingan besar umat dan kemanusiaan,” ujarnya dalam pertemuan di Jakarta.
Forum ini juga mengingatkan bahwa tantangan ekonomi global, ketimpangan pembangunan, serta ancaman ekstremisme dan intoleransi hanya bisa dijawab dengan kekuatan persatuan dan kolaborasi antarnegara anggota OKI maupun seluruh komunitas Muslim dunia. Persatuan juga diperlukan agar dunia Islam dapat berperan besar dalam membangun tatanan dunia yang lebih sejahtera dan damai.
Dua pilar gerakan ini—peran aktif OKI di kancah internasional dan penguatan persatuan berbasis nilai wasatiyyah—diharapkan dapat menjadi kekuatan besar yang membawa perubahan positif, baik bagi kawasan Timur Tengah maupun bagi tatanan dunia yang lebih adil dan beradab.
Editor: Tim Berita Bsatunews Online | Sumber: Pernyataan Resmi OKI & Forum Wasatiyyah Islam
.png)
.png)