BSATUNEWS - Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah terletak di Jalan Raya Ploso Babat, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Nama "Majma'al Bahrain" secara harfiah berarti "pertemuan dua lautan", yang melambangkan pertemuan antara syariat dan hakikat dalam ajaran Islam. Pesantren ini menjadi pusat penyebaran Tarekat Shiddiqiyyah dan dikenal memiliki ciri khas bangunan yang megah serta penekanan pada nilai-nilai "Hubbul Wathon Minal Iman" (cinta tanah air adalah sebagian dari iman).
Sejarah Berdiri
Cikal Bakal : Awalnya dirintis oleh KH Ahmad Syuhada (prajurit Pangeran Diponegoro) dengan nama Pondok Kedungturi sekitar tahun 1850-an di Losari, Brebes. Setelah Pangeran Diponegoro wafat pada 1855, beliau berpindah ke Ploso, Jombang dan meneruskan kegiatan pendidikan di sana.
- Pendirian Resmi : Pesantren dengan nama Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah didirikan oleh KH Muchammad Muchtar Mu'thi (akrab disapa Kiai Tar). Terdapat beberapa versi tahun pendirian yang sering disebut, antara lain :
- Tahun 1958/1959
- Tahun 1967
- Tahun 1972/1974 (setelah berdirinya Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah pada 1973)
- Tanggal spesifik: 9 Mei 1981 (5 Rajab 1401 H)
Versi lain : Pesantren ini didirikan secara resmi pada tahun1967 .
Sosok dibalik berdirinya lembaga ini adalah Kiai Mochammad Muchtar Mu'thi , yang juga merupakan Mursyid (pemimpin spiritual) Tarekat Shiddiqiyyah.
Perkembangan Awal : Setelah berdiri pada akhir 1960-an, pesantren ini mulai membangun fasilitas yang lebih permanen dan gedung bertingkat mulai tahun 1974 untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Statistik Santri (Dahulu hingga 2026)
Jumlah Murid di Awal Berdiri : Pada masa awal perintisannya, jumlah murid (santri) sangat terbatas, dimulai dari kelompok kecil pengikut tarekat di sekitar wilayah Ploso yang belajar langsung di bawah bimbingan Kiai Muchtar Mu'thi.
Jumlah Murid Tahun 2026: Hingga tahun 2026, pesantren ini telah berkembang pesat dengan ribuan santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Meskipun angka pasti fluktuatif setiap tahun ajaran, diperkirakan total santri aktif saat ini mencapai angka di atas1.000 hingga 1.500 santri yang menempuh pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banat (THGB) hingga tingkat pendidikan tinggi dan pengajian tarekat umum.
Pesantren ini sempat menjadi sorotan publik pada tahun 2022 terkait masalah hukum salah satu pengurusnya, namun izin operasionalnya telah dipulihkan kembali oleh Kementerian Agama dan kegiatan pendidikan tetap berjalan normal hingga saat ini.
Red. BSATUNEWS
.png)
