BSATUNEWS - Silaknas ke-5 dan Milad ke-18 Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) di Surabaya berhasil menetapkan Ustadz Rokhmad sebagai pimpinan Dewan Syuro baru guna memperkuat gerakan pembangunan karakter bangsa melalui cerita.
Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) baru saja menyelenggarakan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ke-5 sekaligus merayakan milad (hari ulang tahun) organisasi yang ke-18. Perhelatan besar ini berlangsung di Kota Surabaya pada tanggal 1 hingga 3 Mei 2026. Acara ini mengusung tema besar mengenai kontribusi para juru kisah dalam membangun karakter generasi muda Indonesia melalui media cerita yang edukatif dan islami.
Poin-Poin Utama Kegiatan
- Kepemimpinan Baru: Salah satu hasil krusial dari Silaknas ke-5 ini adalah terbentuknya struktur kepengurusan baru, di manaUstadz Rokhmad resmi diamanahkan untuk memimpin Dewan Syuro PPMI. Kepemimpinan ini diharapkan dapat memberikan arahan strategis bagi para pendongeng muslim di seluruh Indonesia.
- Visi Pembangunan Karakter: Melalui jargon "Gerakan Membangun Karakter Bangsa melalui Cerita", PPMI menegaskan peran strategis juru kisah (pendongeng) dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada anak-anak sejak dini.
- Ajang Konsolidasi: Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi bagi para pendongeng muslim dari berbagai wilayah untuk berbagi teknik bercerita, memperkuat jaringan dakwah, dan meningkatkan profesionalisme dalam bidang seni tutur.
- Pelaksanaan di Surabaya: Kota Surabaya dipilih menjadi tuan rumah yang mempertemukan ratusan juru kisah dalam suasana penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum kebangkitan dakwah kreatif di Jawa Timur dan nasional.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan terpilihnya Ustadz Rokhmad sebagai pimpinan Dewan Syuro, PPMI diharapkan mampu lebih solid dalam menghadapi tantangan zaman, terutama dalam membentengi karakter anak-anak dari pengaruh negatif digital melalui kekuatan narasi yang positif. Transformasi organisasi di usia ke-18 ini menandakan kematangan PPMI sebagai lembaga yang fokus pada edukasi berbasis kisah islami yang menyenangkan namun sarat makna.
Fokus utama program kerja Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) adalah memperkuat dakwah kreatif melalui media cerita untuk membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan islami.
Secara strategis, program kerja PPMI di bawah kepemimpinan Dewan Syuro yang baru diarahkan pada standardisasi kualitas pendongeng muslim dan perluasan jangkauan dakwah cerita ke berbagai lini masyarakat, mulai dari institusi pendidikan hingga komunitas sosial.
Fokus Utama Program
- Gerakan Membangun Karakter (Character Building): Menjadikan dongeng bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen edukasi untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, keberanian, dan adab kepada anak-anak sejak dini.
- Standardisasi Juru Kisah: Mengadakan pelatihan dan sertifikasi bagi para pencerita (pendongeng) agar memiliki kompetensi yang mumpuni, baik dari segi teknik penyampaian maupun kedalaman materi islami yang dibawakan.
- Literasi dan Digitalisasi Dakwah: Mengembangkan konten-konten cerita dalam format digital untuk menjawab tantangan zaman, sehingga pesan-pesan moral tetap dapat diakses oleh generasi z dan alpha melalui berbagai platform media sosial.
- Sinergi Antar-Lembaga: Membangun kemitraan dengan pemerintah, sekolah, dan organisasi Islam lainnya untuk mengintegrasikan seni bercerita dalam kurikulum informal atau kegiatan ekstrakurikuler.
- Pemberdayaan Cabang Daerah: Memastikan konsolidasi organisasi berjalan hingga tingkat daerah (seperti program di DIY atau Jakarta Barat) agar pesan dakwah melalui cerita tersebar merata di seluruh pelosok Indonesia.
Visi Strategis 2026
Memasuki usia ke-18, PPMI bertekad untuk lebih profesional dalam mengelola organisasi. Fokus pada kepemimpinan Dewan Syuro yang dipimpin oleh Ustadz Rokhmad adalah memastikan bahwa setiap narasi yang disampaikan oleh anggota PPMI selaras dengan nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah, sekaligus tetap menarik dan relevan bagi anak-anak di era modern.
Red.BSATUNEWS
Tags
DUNIA ISLAM
.png)
.png)