Jatim Perkuat Moderasi: FKUB Mojokerto dan Lumajang Jadi Garda Terdepan Peredam Konflik Sosial

 

BSATUNEWS - Jawa Timur, 13 Mei 2026 Memasuki pertengahan Mei 2026, gelombang konsolidasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di berbagai daerah di Jawa Timur terus diperkuat. Fokus utama pada periode kepengurusan baru 2026–2030/2031 ini adalah memposisikan tokoh lintas agama sebagai "peredam" efektif terhadap potensi gesekan sosial di tengah masyarakat yang plural.

Dua wilayah yang menjadi sorotan baru-baru ini adalah Kota Mojokerto dan Kabupaten Lumajang, di mana pengukuhan pengurus baru disertai dengan penekanan pada urgensi moderasi beragama sebagai fondasi stabilitas daerah.

Mojokerto: Menjaga Kondusivitas di Kota Plural

Di Kota Mojokerto, Wali Kota Ika Puspitasari resmi mengukuhkan kepengurusan FKUB masa bakti 2026–2030 yang dipimpin oleh Nur Rokhmat. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa keberagaman di Mojokerto ibarat pedang bermata dua; bisa menjadi kekayaan budaya, namun juga berisiko menjadi pemantik konflik jika tidak dikelola dengan bijak.

"FKUB bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan garda terdepan untuk memastikan setiap potensi konflik akibat perbedaan keyakinan dapat diredam sejak dini," ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut.

Dengan komposisi 17 pengurus dari berbagai latar belakang agama, FKUB Kota Mojokerto diharapkan menjadi 'jembatan' komunikasi yang mampu mendinginkan suasana jika terjadi ketegangan sosial.



Lumajang: Moderasi sebagai Kunci Stabilitas

Senada dengan Mojokerto, Kabupaten Lumajang juga memulai langkah baru dengan kepengurusan FKUB periode 2026–2031. Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama adalah kunci utama pembangunan daerah.

Tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Lumajang didorong untuk lebih aktif turun ke masyarakat guna mensosialisasikan nilai-nilai moderasi. Langkah ini diambil sebagai respons preventif terhadap dinamika media sosial dan isu-isu sensitif yang sering kali mencoba membenturkan kepentingan kelompok agama.

Konsolidasi Serentak di Jawa Timur

Fenomena penguatan FKUB ini tidak hanya terjadi di dua daerah tersebut. Sepanjang Mei 2026, hampir seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur melakukan penyegaran struktur organisasi. Hal ini merupakan bagian dari agenda besar penguatan Moderasi Beragama nasional yang diturunkan ke tingkat lokal.

Para pengamat sosial menilai, peran tokoh agama sebagai peredam konflik (social buffer) menjadi semakin krusial menjelang akhir tahun 2026, di mana dinamika politik dan sosial cenderung meningkat. Dengan adanya struktur FKUB yang solid, diharapkan Jawa Timur tetap menjadi barometer kerukunan umat beragama di Indonesia.


Editor: Redaksi Bsatunews Tag: #FKUB #ModerasiBeragama #Jawa Timur #Mojokerto #Lumajang #Toleransi #BeritaTerkini

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama