Candi di Kediri Potensi Wisata Baru: Sebuah candi yang disebut "lebih besar" dari Borobudur kini sedang dikembangkan dan berpotensi menjadi destinasi wisata budaya baru.

 

BSATUNEWS - Temuan yang sedang ramai diperbincangkan tersebut adalah Situs Adan-Adan yang berlokasi di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai narasi "lebih besar dari Borobudur" tersebut :

  • Asal-usul Narasi: Klaim "lebih besar" ini sebenarnya bermula dari temuan sepasang Makara (patung pancuran air/hiasan gerbang) berukuran raksasa. Makara di Situs Adan-Adan memiliki tinggi sekitar 1,9 meter, yang secara dimensi lebih besar dibandingkan Makara yang ada di Candi Borobudur.
  • Luas Kawasan: Arkeolog memperkirakan luas situs ini mencapai puluhan hektar. Jika melihat ukuran komponen arsitekturnya (seperti Makara dan kepala kala yang ditemukan), bangunan utama candi ini dulunya diperkirakan sangat megah dan besar, meskipun belum bisa dipastikan apakah total volume bangunannya benar-benar melampaui Borobudur.
  • Latar Belakang Agama: Berbeda dengan kebanyakan candi di Jawa Timur yang bercorak Hindu (pajaman Kediri/Majapahit), Situs Adan-Adan merupakan peninggalan Buddha Mahayana, serupa dengan Borobudur.
  • Potensi Wisata: Pemerintah Kabupaten Kediri saat ini mulai mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata budaya baru. Karena letaknya yang strategis (dekat dengan pusat kota Kediri), situs ini diharapkan menjadi magnet wisata sejarah baru di Jawa Timur.

Hingga saat ini, proses ekskavasi masih terus berlanjut untuk mengungkap bentuk utuh dari struktur candi yang masih terkubur di bawah tanah.

Hingga saat ini (Mei 2026), pemerintah Kabupaten Kediri belum menetapkan tanggal pasti untuk pembukaan secara resmi (grand opening) sebagai objek wisata komersial yang lengkap. Namun, ada beberapa perkembangan terkait target pemanfaatannya:

  1. Sudah Dibuka untuk Wisata Edukasi: Sejak tahap ekskavasi lanjutan (terutama sejak 2022-2023), lokasi situs sebenarnya sudah mulai bisa dikunjungi oleh masyarakat sebagai objek wisata edukasi. Pengunjung bisa melihat langsung proses penggalian dan temuan artefak seperti Makara raksasa.
  2. Proses Cagar Budaya: Pemerintah setempat saat ini masih fokus pada proses penetapan status Cagar Budaya dan penataan kawasan. Target jangka pendeknya adalah menjadikan situs ini sebagai pusat penelitian arkeologi sekaligus destinasi heritage unggulan di Kediri.
  3. Pengembangan Infrastruktur: Karena narasi "lebih besar dari Borobudur" baru saja viral di bulan Mei 2026 ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri diperkirakan akan mempercepat penataan fasilitas pendukung (akses jalan, area parkir, dan pusat informasi) guna menampung lonjakan wisatawan yang penasaran.

Secara singkat, jika Anda ingin berkunjung sekarang, Anda sudah bisa datang untuk melihat area ekskavasi, namun untuk fasilitas wisata yang tertata sempurna (seperti area wisata profesional), proses pengembangannya diprediksi masih akan berlangsung secara bertahap sepanjang tahun 2026 ini.


Red. BSATUNEWS


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama