Kemenag & BI Gerakkan 41 Juta Siswa Seluruh Indonesia: Bangun Ekosistem Ekonomi Syariah Berbasis Etika Mulai dari Sekolah


BSATUNEWS - Jakarta, 12 Mei 2026 – Kementerian Agama (Kemenag) dan Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan gerakan nasional besar-besaran yang menyasar 41 juta siswa dari seluruh jenjang pendidikan di Indonesia, guna menanamkan pemahaman, praktik, dan budaya ekonomi serta keuangan syariah berlandaskan nilai etika Islam. Program ini dijalankan melalui pendidikan terintegrasi dan literasi menyeluruh, mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas/madrasah di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Sinergi kedua lembaga ini bertujuan membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat, berkelanjutan, dan berakar sejak dini, dengan fokus utama pada tiga pilar utama: tabungan syariah, wirausaha halal, dan pemahaman keuangan Islami. Materi dan praktik tidak hanya disampaikan di ruang kelas, tapi juga diterapkan langsung dalam kegiatan sehari-hari siswa, seperti pembukaan rekening tabungan syariah pelajar, pendirian koperasi sekolah berprinsip syariah, hingga pengelolaan kantin dan usaha siswa yang bersertifikasi halal dan bebas dari transaksi terlarang seperti riba, gharar, dan maisir.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag menjelaskan, langkah ini menjadi strategi jangka panjang mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki karakter keuangan yang benar, jujur, dan bertanggung jawab. “Ekonomi syariah bukan hanya teori, tapi cara hidup yang menjunjung keadilan, keberkahan, dan kesejahteraan bersama. Melalui sekolah, kita tanamkan ini sejak usia dini agar menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa dan menjadi pelaku ekonomi utama bangsa,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa (12/5).
Sementara itu, Gubernur BI menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi pengembangan ekonomi nasional, menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. “Dengan menjangkau 41 juta siswa, kita sedang membangun fondasi terbesar ekosistem syariah di tanah air. Literasi keuangan syariah di sekolah akan menciptakan permintaan pasar yang sehat, memperkuat industri halal, serta mendorong inklusi keuangan yang merata dan beretika,” tambahnya.


Bentuk Program & Implementasi

Kemenag dan BI telah menyusun panduan dan modul pembelajaran yang terintegrasi ke dalam kurikulum, baik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Ekonomi, maupun Kewirausahaan. Selain itu, program mencakup:
  • 📚 Pelatihan Guru: Ribuan tenaga pendidik dibekali materi dan metode pengajaran ekonomi syariah yang mudah dipahami dan praktis.
  • 💳 Program Tabungan Syariah Pelajar: Kerja sama dengan bank syariah nasional, siswa bisa membuka rekening khusus tanpa biaya administrasi, dengan prinsip bagi hasil.
  • 🛒 Gerakan Sekolah Halal: Semua fasilitas jual beli, kantin, koperasi, dan kegiatan ekonomi sekolah wajib menerapkan standar halal dan prinsip muamalah syariah.
  • 🧑‍💼 Kompetisi & Wirausaha: Lomba karya cipta usaha halal, pameran produk siswa, dan pelatihan kewirausahaan syariah untuk mengasah jiwa usaha sejak dini.
Program ini akan berjalan bertahap hingga tahun 2029, dengan pemantauan dan evaluasi langsung dari tim gabungan Kemenag dan BI di setiap wilayah. Diharapkan, pada akhir pelaksanaan, tingkat literasi ekonomi syariah di kalangan generasi muda Indonesia meningkat signifikan, serta terbentuk budaya konsumsi, menabung, dan berusaha yang sesuai syariat Islam di seluruh lapisan masyarakat.
Gerakan ini juga mendapat dukungan penuh dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kementerian Pendidikan, serta lembaga keuangan syariah nasional, sebagai langkah nyata mewujudkan visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi syariah terbesar di dunia.

Red.BSATUNEWS

Tag: #EkonomiSyariah #Kemenag #BankIndonesia #LiterasiKeuangan #PendidikanIndonesia #GenerasiHalal

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama