BSATUNEWS - dengan mengambil tema "Peristiwa Dahsyat yang Monumental di Bulan Dzulhijjah", dan fokus pada kisah perintah penyembelihan Nabi Ismail AS,
KHUTBAH JUM'AT Tanggal 8 Mei 2026 M Tempat di Masjid Raya Islamic Centre Surabaya Khatib : Ustaz Dr. KH. Sudjak, M.Ag Tema: "Peristiwa Dahsyat yang Monumental di Bulan Dzulhijjah Ujian Cinta Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS"
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ:
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Segala puji hanya milik Allah SWT, Rabb semesta alam yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat iman, Islam, serta kesehatan sehingga kita dapat berkumpul di rumah-Nya yang mulia ini untuk menunaikan salah satu kewajiban kita sebagai hamba-Nya, yaitu shalat Jumat. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Kita saat ini berada di ambang bulan Dzulhijjah, bulan yang agung, yang penuh dengan peristiwa-peristiwa dahsyat dan monumental dalam sejarah Islam. Banyak sekali pelajaran berharga yang dapat kita petik dari bulan ini. Dalam khutbah kali ini, kita akan merenungi salah satu dari peristiwa besar tersebut, yaitu kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sebuah kisah tentang ujian cinta sejati kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ash-Shaffat ayat 102:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
“Maka ketika anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Ayat yang mulia ini mengisahkan tentang puncak ujian keimanan Nabi Ibrahim AS, seorang hamba pilihan Allah yang dijuluki sebagai Khalilullah, kekasih Allah. Setelah penantian panjang puluhan tahun, beliau dikaruniai seorang putra bernama Ismail, yang kelak menjadi penerus risalah kenabian. Namun, di saat kebahagiaan itu memuncak, Allah SWT menguji cintanya dengan sebuah perintah yang teramat berat: menyembelih putra kesayangannya, Ismail.
Kisah ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan sebuah pelajaran abadi tentang hakikat cinta yang sejati. Cinta mana yang lebih utama? Cinta seorang ayah kepada putranya, ataukah cinta kepada Sang Pencipta, Allah SWT?
Nabi Ibrahim AS tidak sedikitpun ragu. Beliau memahami bahwa mimpi seorang Nabi adalah wahyu dari Allah. Dengan hati yang berat namun penuh kepasrahan, beliau menyampaikan perintah tersebut kepada putranya, Ismail. Dan betapa luar biasanya jawaban dari Ismail AS, seorang anak yang saleh, yang dengan keimanan yang kokoh menjawab, "Wahai Ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar."
Inilah puncak keteladanan cinta sejati. Nabi Ibrahim AS menunjukkan kecintaannya kepada Allah di atas segalanya, bahkan di atas cinta kepada buah hati yang telah lama dinanti. Dan Nabi Ismail AS menunjukkan ketaatan dan kepasrahan yang luar biasa kepada perintah Allah, serta bakti yang tulus kepada ayahnya.
Jamaah Jumat yang berbahagia, Dari kisah monumental ini, kita diajarkan beberapa hal penting:
- Cinta Hakiki Hanya kepada Allah: Bahwa cinta kita kepada selain Allah, apapun bentuknya, haruslah dilandasi dan tidak boleh melebihi cinta kita kepada Allah SWT. Ketika dihadapkan pada pilihan, pilihan kepada Allah-lah yang harus diutamakan.
- Ketaatan Total: Kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya ketaatan mutlak kepada perintah Allah, meskipun terasa berat dan tidak masuk akal oleh akal manusiawi kita.
- Kesabaran dalam Ujian: Kehidupan adalah ujian. Dan ujian terberat sekalipun, jika dihadapi dengan kesabaran dan keimanan, akan berbuah kemuliaan di sisi Allah.
Sungguh, Allah SWT tidak akan pernah menyia-nyiakan pengorbanan hamba-Nya yang tulus. Ketika Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS telah menunjukkan puncak kepasrahan mereka, Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor sembelihan yang besar, sebagai bukti kasih sayang dan rahmat-Nya.
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah agung ini, menjadikan cinta kita kepada Allah sebagai landasan utama dalam setiap aspek kehidupan, dan selalu siap sedia untuk berkorban di jalan-Nya.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَحَبِيبُهُ وَخَلِيلُهُ، سَيِّدُ الْإِنْسِ وَالْبَشَرِ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ:
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Islam di seluruh dunia menunaikan ibadah haji, puncak rukun Islam kelima. Ini adalah bulan pengorbanan, bulan di mana kita merayakan Hari Raya Idul Adha, hari raya kurban, sebagai manifestasi dari kisah agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Kurban adalah simbol ketundukan total seorang hamba kepada Rabb-nya. Bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi lebih dari itu, ia adalah pengorbanan harta, waktu, dan bahkan sebagian dari diri kita demi mendapatkan keridhaan Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk meneladani keikhlasan dan kepasrahan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menghadapi ujian dari Allah.
Mari kita berdoa kepada Allah SWT, semoga kita senantiasa diberikan kekuatan iman, keteguhan hati, dan kemampuan untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya dalam setiap keadaan.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Red. BSATUNEWS
Tags
DUNIA ISLAM

