SHALAT, PELARIAN INDAH DARI LELAHNYA HIRUK PIKUK DUNIA

SHALAT MERUPKAN PELARIAN INDAH DARI LELAHNYA DUNIA, BAGI INSAN BERIMAN

Banyak dari kita yang shalatnya hanya "sadar" saat Takbir, tahu-tahu sudah Salam.

Selebihnya? Hati kita asyik memikirkan cicilan utang, pekerjaan, beban hidup, hingga obrolan tadi siang.

Pikiran kita melambung jauh, terbang tinggi, lalu hanyut dalam lautan khayalan tak bertepi.

Sobat, kita sama!

Ketahuilah, kondisi ini menuntut sebuah mujahadah, perjuangan batin yang besar. 

Khusyuk bukanlah hadiah yang datang tiba-tiba, melainkan sebuah keterampilan yang harus terus dilatih dengan sabar

SENI MENARIK KEMBALI HATI

Setiap kali fokus hati menghilang, segera tarik kembali. Saat pikiran mulai melayang ke urusan dunia, segera hadirkan lagi di hadapan Allah.

Jangan pernah lelah melakukannya. Anda mungkin harus bersabar dalam perjuangan ini selama setahun, dua tahun, bahkan hingga dua puluh tahun lamanya.

HADIAH DI UJUNG KESABARAN

Mengapa kita harus berjuang sedemikian rupa? Sebab, jika kita bersungguh-sungguh dan jujur dalam upaya ini, Allah akan memberikan anugerah berupa kenikmatan dalam ibadah.

Sampai tiba pada satu titik yang sangat indah: 

(1) Dunia seolah hilang saat kita bertakbir.

(2) Beban pikiran dan kegalauan hidup sirna seketika.

(3) Shalat bukan lagi menjadi beban, melainkan pelipur lara dari segala musibah dan beban kehidupan.

Inilah rahasia di balik sabda Nabi ï·º kepada Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu:

"Wahai Bilal, kumandangkanlah iqamah shalat, dan tenteramkanlah hati kami dengan shalat!" (HR. Abu Daud).

Semoga Allah jadikan ibadah shalat kita sebagai tempat beristirahat dari lelahnya dunia, bukan sekadar penggugur kewajiban yang hampa. 

Teruslah berjuang, karena manisnya khusyuk sebanding dengan setiap detik perjuangan yang Anda lalui.

Disadur dari ceramah Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili hafizhahullah, Nasehat Ulama & Yufid TV 
Repost red Bsatunews

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama