1. Mengikhlaskan niat.
- Ibnu Batthoh rahimahullah menyebutkan ciri seseorang yang ikhlas pada saat ta'awun. Yaitu orang tersebut tetap cinta karena Allah, walaupun kurang menguntungkan baginya.
2. At-Taghoful (Berupaya melupakan kesalahan saudara kita).
- Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan; "At-Taghoful selalu menjadi akhlak orang-orang yang mulia."
- Imam Ahmad rahimahullah mengatakan; "At-Taghoful adalah 9/10 dari akhlak yang mulia."
3. Menjaga lisan.
- Allah Ta'ala berfirman (QS Al-Isra' 53):
ÙˆَÙ‚ُÙ„ Ù„ِّعِبَادِÙ‰ ÙŠَÙ‚ُولُوا۟ ٱلَّتِÙ‰ Ù‡ِÙ‰َ Ø£َØْسَÙ†ُ ۚ Ø¥ِÙ†َّ ٱلشَّÙŠْØ·َٰÙ†َ ÙŠَنزَغُ بَÙŠْÙ†َÙ‡ُÙ…ْ ۚ Ø¥ِÙ†َّ ٱلشَّÙŠْØ·َٰÙ†َ Ùƒَانَ Ù„ِÙ„ْØ¥ِنسَٰÙ†ِ عَدُÙˆًّا Ù…ُّبِينًا
"Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang paling baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."
Bukan berarti tidak boleh bercanda, tetapi bercanda diperbolehkan dengan adab-adabnya.
ADAB-ADAB BERCANDA
1. Tidak bercanda pada hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya.
2. Tidak boleh dengan meremehkan saudaranya.
3. Tidak bercanda di tempat-tempat yang dituntut serius.
Bakr bin Abdillah mengatakan;
"Dulu para sahabat nabi juga bercanda, hingga lempar-lemparan kulit semangka. Tetapi apabila mereka dituntut serius, mereka adalah para rijal (jagoan)."
4. Bagi orang dewasa tidak banyak bercanda kepada yang di bawah umurnya. Karena bisa menghilangkan wibawanya
Sebagian salaf mengatakan;
"Hati-hati dari bercanda, karena kebanyakan bercanda akan merobek wibawanya."
5. Menjauhi dusta dalam bercanda.
6. Bercanda tidak boleh dengan menakut-nakuti saudaranya, terlebih lagi dengan senjata.
7. Menghidupkan suasana kompak selama bukan dosa.
Ini adalah kaedah yang disebutkan para ulama. Dan berlaku pada keseharian kita, dalam ta'awun, mu'amalah, dll.
Jangan hanya kompak badan, tapi juga kompak hati.
🎙 Ustadz Abu Rabi'ah Muhammad Hakim hafizhahullah
Red. Bsatunews
Tags
religi
