Ketua Bakomubin Orwil Jatim terima utusan tamu Luar Negeri bahas rencana Pembangunan Pesantren Modern bertaraf Internasional di kota Surabaya

💡 Intisari Berita 

Ketua BAKOMUBIN Orwil Jawa Timur, "KH. Moch Sya'roni S.Ag" (Gus ER), melakukan pertemuan strategis dengan utusan luar negeri,"Ustadz Maulana LC", di Masjid Al-Hidayah, Surabaya, pada Senin, 20 April 2026. Pertemuan ini membuahkan kesepakatan rencana pembangunan Pondok Pesantren Modern bertaraf Internasional yang akan didanai sepenuhnya oleh investor asing, dengan fokus pada pendidikan agama, boarding school, dan kewirausahaan.

B-SATUNEWS - Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat mulai pukul 13.00 WIB tersebut, Gus ER didampingi oleh pengurus BAKOMUBIN Orwil Jatim, "Ustadz Drs. Ainur Rofik M.Pd". Agenda utama diskusi ini adalah merancang institusi pendidikan Islam yang mengadopsi sistem pesantren modern layaknya Pondok Modern Darussalam Gontor, namun disesuaikan dengan tantangan global masa kini.

Pesantren ini direncanakan tidak hanya menjadi pusat pendalaman ilmu agama (tafaqqohu fiddin), tetapi juga mengintegrasikan kurikulum "Boarding School" yang disiplin dan program "Entrepreneurship" (kewirausahaan) Hal ini bertujuan agar para santri memiliki kemandirian ekonomi dan keahlian praktis yang relevan dengan perkembangan zaman, sehingga lulusannya mampu bersaing di kancah Internasional.


Realisasi proyek besar ini didukung oleh pendanaan penuh dari "Investor Luar Negeri" yang dibawa oleh Ustadz Maulana LC, Sebagai bentuk kesiapan teknis, Gus ER mengonfirmasi bahwa pihak BAKOMUBIN Orwil Jawa Timur telah menyiapkan lokasi lahan yang strategis di wilayah Kota Surabaya sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh pihak investor.

Langkah BAKOMUBIN Orwil Jawa timur ini dipandang sebagai kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehadiran pesantren modern ini nantinya diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi tunas muda kita bangsa Indonesia, khususnya di Surabaya, untuk membentuk karakter yang berakhlakul karimah sekaligus berwawasan luas demi menyongsong masa depan "Indonesia Emas".

Red. Bsatunews


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama