Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam upaya memeratakan kualitas pendidikan di wilayah Surabaya, khususnya di bagian barat yang kini tengah berkembang pesat.
Diskusi utama antara Gus ER dan Tim Observatorium berfokus pada analisis data mengenai perkembangan pendidikan serta tantangan pemerataan akses di Surabaya Barat. Kunjungan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh Gus ER, mengingat BAKOMUBIN memiliki visi yang sejalan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penguatan infrastruktur di bidang pendidikan yang memadai.
Dalam moment yang dinilai sebagai "kebetulan yang luar biasa", Gus ER mengungkapkan bahwa beliau memiliki lahan seluas 1,5 hektar di daerah Pakal, Surabaya Barat, yang sangat relevan dengan kebutuhan lokasi penelitian dan pengembangan Tim Observatorium. Lahan tersebut memiliki keunggulan geografis yang sangat signifikan, antara lain:
- Aksesibilitas Utama : Terletak tepat di pinggir jalan utama (Nol Jalan).
- Konektivitas Transportasi : Dekat dengan akses jalan tol menuju Stadion Gelora Bung Tomo serta jalur langsung menuju pusat kota.
- Fasilitas Umum : Memiliki kemudahan akses menuju Bandara, hotel, pusat perbelanjaan (mall), dan berbagai fasilitas publik lainnya.
Gus ER berharap ketersediaan lahan strategis ini dapat mempercepat realisasi program pengembangan bidang pendidikan di wilayah Pakal dan sekitarnya. Dengan pertumbuhan infrastruktur yang masif di kawasan tersebut, kehadiran lembaga pendidikan baru di lokasi ini diprediksi akan menjadi katalisator bagi kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Red.Bsatunews

