MUI Jatim Imbau Umat Maksimalkan Amalan 10 Hari Awal Dzulhijjah: Waktu Terbaik Hapus Dosa & Dekatkan Diri pada Allah


 Agama
📅 21 Mei 2026⏱️ Baca 5 menit✍️ Redaksi BSATU News📍 Surabaya

MUI Jatim Imbau Umat Maksimalkan Amalan 10 Hari Awal Dzulhijjah: Waktu Terbaik Hapus Dosa & Dekatkan Diri pada Allah

SURABAYA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengimbau seluruh umat Islam di wilayah ini untuk memaksimalkan amal kebajikan selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, yang akan berlangsung mulai tanggal 26 Mei hingga 4 Juni 2026 mendatang. Momentum ini disebut sebagai waktu istimewa yang nilainya melebihi hari-hari biasa, bahkan amal kebaikan di sini sangat dicintai Allah SWT.

📅
Periode 10 Hari Mulia Dzulhijjah 202626 Mei – 4 Juni 2026 • Durasi: 10 hari penuh kesempatan ibadah

Ketua MUI Jatim, Prof. KH. Abd. Halim Soebahar, menjelaskan bahwa dalam syariat Islam, sepuluh hari awal Dzulhijjah memiliki kedudukan sangat tinggi, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an dan sabda Rasulullah SAW.

"Ingatlah, tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal kebaikan melebihi 10 hari awal Dzulhijjah ini. Ini adalah waktu terbaik untuk menghapus dosa-dosa, memperbanyak pahala, sekaligus mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT."
— Prof. KH. Abd. Halim Soebahar, Ketua MUI Jatim, 21 Mei 2026

☪️ Tiga Amalan Utama Selama 10 Hari Awal Dzulhijjah

Menurut Prof. Halim, ada tiga amalan utama yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak selama periode istimewa ini:

1
✅ Puasa Sunnah
Terutama puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah atau yang dikenal sebagai Puasa Arafah, yang keutamaannya dapat menebus dosa dua tahun ke belakang dan dua tahun ke depan. Puasa pada hari-hari sebelumnya juga bernilai besar sebagai bentuk pengabdian.
2
✅ Sedekah dan Berbagi
Meningkatkan kepedulian sosial, membantu fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. Amal sosial ini menjadi bukti kesempurnaan iman, sejalan dengan makna bulan Dzulhijjah yang mengajarkan pengorbanan dan kepedulian.
3
✅ Perbanyak Takbir, Tahmid, Tahlil, dan Dzikir
Mengingat Allah dalam segala suasana, baik sendirian maupun berjamaah, baik di rumah, jalanan, maupun di tempat ibadah. Hal ini selaras dengan firman Allah di Surah Al-Hajj ayat 28, yang memerintahkan menyebut nama Allah pada hari-hari yang ditentukan.
"Dzulhijjah mengajarkan kita kembali pada fitrah, bahwa hidup bukan hanya urusan dunia, tetapi persiapan menuju akhirat."
— Prof. KH. Abd. Halim Soebahar, Ketua MUI Jatim

🕋 Persiapan Menuju Idul Adha

Prof. Halim menambahkan, momen ini juga menjadi persiapan batin menyambut Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Umat diharapkan tidak hanya sekadar menjalankan ibadah ritual, tetapi juga memperbaiki akhlak, menjauhi perbuatan maksiat, dan mempererat persaudaraan sesama manusia.

"Mari kita jadikan 10 hari ini sebagai titik balik kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar," tambahnya.

Sebagai lembaga yang menjadi rujukan umat, MUI Jatim juga mengingatkan agar nilai-nilai ibadah ini terus diterapkan setelah masa 10 hari berlalu, sehingga menjadi kebiasaan yang berkelanjutan dan membawa berkah sepanjang masa.

📞 Informasi Lebih Lanjut

Bagi masyarakat, informasi lengkap mengenai panduan ibadah dan jadwal pelaksanaan dapat diakses melalui kanal resmi MUI Jawa Timur maupun ormas Islam di daerah masing-masing.

#MUIJatim#Dzulhijjah#AmalanSaleh#PuasaSunnah#Sedekah#Takbir#IdulAdha#KeutamaanIbadah#JawaTimur#BSATUnews

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama