Konferensi Imam Dunia Perdana 2026: Indonesia Tuan Rumah, Lahirkan Deklarasi Perdamaian Global

Konferensi Imam Dunia Perdana 2026: Indonesia Tuan Rumah, Lahirkan Deklarasi Perdamaian Global

BSATUNEWS - Jakarta, 23 Mei 2026 – Indonesia resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan perdana International Grand Imam Conference (IGIC) atau Konferensi Imam Dunia. Agenda monumental ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus 2026 mendatang di dua lokasi strategis: Masjid Istiqlal, Jakarta, dan Islamic Center Palembang, Sumatera Selatan.

Acara internasional berskala besar ini akan mempertemukan sekitar 500 imam dan pemimpin keagamaan dari berbagai penjuru dunia. Tujuan utama yang dipatok oleh panitia adalah kelahiran sebuah dokumen bersejarah: Deklarasi Perdamaian Global, yang nantinya akan berfungsi sebagai pedoman kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan umat manusia di era sekarang.


"Kita ingin menunjukkan bahwa dari Indonesia lahir gagasan keagamaan yang tidak hanya relevan bagi umat, tetapi juga menjadi solusi bagi perdamaian dan persatuan umat manusia."
— Menag RI, Nasaruddin Umar

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan penegasan bahwa gelaran ini merupakan momen emas bagi Indonesia untuk memamerkan wajah asli Islam Indonesia: damai, moderat, dan sangat toleran kepada mata dunia Internasional.

Konferensi ini dirancang jauh lebih dari sekadar pertemuan keagamaan rutin. IGIC sesungguhnya adalah wadah diplomasi spiritual yang dibangun khusus untuk menjembatani praktik-praktik keagamaan bersifat lokal dengan arus dinamika global yang terus berubah.

🎯 Fokus Pembahasan Delegasi:
Peran strategis imam dan masjid di era modern.
Penanggulangan paham radikalisme secara global.
Penguatan kembali nilai-nilai dasar kemanusiaan.
Dinamika dan etika beragama di ruang digital.

Pemilihan dua kota berbeda, yaitu Jakarta dan Palembang, mengandung makna filosofis yang mendalam. Selain memanfaatkan Masjid Istiqlal sebagai pusat protokol, pemilihan Palembang bertujuan untuk memperluas representasi daerah. Langkah ini menegaskan pesan bahwa nilai-nilai Islam damai tumbuh subur dan hidup kuat di seluruh pelosok Nusantara, bukan semata-mata fenomena di pusat pemerintahan saja.

Menutup pernyataannya, Menag Nasaruddin berharap deklarasi yang keluar nanti dapat mengakarkan pemahaman bahwa imam harus berdiri sebagai garda terdepan penyebar pesan damai, dan bukannya menjadi sumber perpecahan antarmasyarakat. Kepercayaan lebih dari 60 negara yang siap mengirimkan delegasinya diakui pemerintah sebagai bentuk apresiasi internasional terhadap pengelolaan keberagaman Indonesia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama