🕌 Pendidikan Islam & Kreativitas Anak
Edukasi Peradaban Islam Dunia Lewat Sektor Pendidikan, Sekolah Islam Kreatif Surabaya Siap Tampil di Famfest 2026
SD Muhammadiyah 16 Surabaya angkat tema "Jejak Pemimpin Peradaban Islam Dunia" — ratusan siswa kelas I–VI hadirkan drama musikal sejarah Islam dari Makkah hingga Nusantara di Airlangga Convention Center, Sabtu (23/5/2026).
BSATUNEWS - SURABAYA Dinamika pendidikan Islam di Kota Surabaya kembali menorehkan langkah berharga dalam menyebarkan nilai dan sejarah kejayaan Islam. Jelang pelaksanaan agenda besar Family Day and Festival Anak Kreatif (Famfest) 2026 yang akan digelar akhir pekan ini di Airlangga Convention Center, Universitas Airlangga, Sekolah Kreatif Baratajaya (SD Muhammadiyah 16 Surabaya) mengangkat tema utama "Jejak Pemimpin Peradaban Islam Dunia", sebuah konsep pembelajaran kreatif yang mengajak ratusan siswa menelusuri, memahami, dan mementaskan sejarah panjang kejayaan Islam dari berbagai belahan dunia.
Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bentuk nyata pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan materi sejarah, nilai kepemimpinan, dan kebudayaan Islam ke dalam bentuk simulasi dan drama musikal. Selama berbulan-bulan persiapan, para siswa kelas I hingga VI telah belajar mendalami berbagai babak penting peradaban Islam.
Dari era kemurnian di Makkah dan Madinah, masa keemasan Dinasti Abbasiyah di Irak yang menjadi pusat ilmu pengetahuan, kejayaan Islam di Andalusia, Spanyol, hingga proses masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara melalui peran tokoh legendaris Sultan Malik Al Saleh.
— Abdul Rozak, S.Pd., Koordinator Acara Famfest 2026
| Kelas | Tema Babak | Periodisasi | Sorotan Utama |
|---|---|---|---|
| I – II | Kehidupan di Makkah & Madinah | Abad ke-7 M | Kemurnian ajaran Islam, hijrah Nabi Muhammad SAW |
| III – IV | Zaman Keemasan Abbasiyah | Abad 8–13 M | Baitul Hikmah, House of Wisdom, Baghdad sebagai pusat sains dunia |
| V | Kejayaan Islam di Andalusia | Abad 8–15 M | Cordoba, Granada, arsitektur Masjid Agung Cordoba, ilmuwan Ibnu Rusyd |
| VI | Islam Masuk ke Nusantara | Abad 13–15 M | Sultan Malik Al Saleh, Kerajaan Samudera Pasai, strategi dakwah para wali |
Siswa Bukan Cuma Aktor, Tapi Juga Peneliti dan Sutradara Mini
Dalam pentas nanti, setiap kelas akan membawakan babak sejarah yang berbeda dengan properti, kostum, dan alur cerita yang telah dirancang bersama guru dan orang tua. Siswa tidak hanya berperan sebagai aktor, tetapi juga terlibat dalam riset materi, pembuatan properti, hingga penyusunan naskah, sehingga proses belajar berjalan menyeluruh dan mendalam.
Salah satu sorotan utama adalah penampilan kelas V yang mengangkat kisah kejayaan Islam di Andalusia, serta kelas VI yang mendetailkan sejarah masuknya Islam ke Nusantara melalui jejak perjuangan dan dakwah Sultan Malik Al Saleh, menghubungkan sejarah dunia dengan identitas keislaman Indonesia.
- Drama Musikal Interaktif — Setiap babak dilengkapi musik tradisional Islami (rebana, marwas) dan dialog interaktif yang melibatkan penonton.
- Riset Mandiri Siswa — Anak-anak didorong mencari informasi dari buku perpustakaan, bertanya kepada kyai lokal, dan menyusun rangkuman dalam bentuk poster mini.
- Properti Buatan Tangan — Kostum dan道具 dibuat sendiri oleh siswa dibantu orang tua, mulai dari replika Masjid Nabawi dari kardboard hingga kain sutra ala Abbasiyah.
- Inklusivitas Penuh — Seluruh siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus, terlibat aktif dan tampil bersama tanpa sekat.
- Sinergi Keluarga — Orang tua menjadi kru produksi, sound engineer, penata lampu, dan konsultan historis untuk memastikan akurasi materi.
— Agus Mulyadi, S.Pd., M.Pd., Kepala Urusan Hubungan Masyarakat SD Muhammadiyah 16 Surabaya
Inklusivitas Jadi Fondasi: Semua Anak Berkesempatan Tampil
Selain materi sejarah, kegiatan ini juga menonjolkan semangat inklusivitas, di mana seluruh siswa — termasuk anak berkebutuhan khusus — terlibat aktif dan tampil bersama tanpa sekat. Hal ini sejalan dengan visi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi prinsip equality of opportunity dalam setiap aktivitas akademik maupun ekstrakulikuler.
Dukungan penuh dari para orang tua juga menjadi kekuatan utama, menjadikan Famfest sebagai wadah sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang utuh dan berkarakter.
Acara akan dilaksanakan besok, Sabtu, 23 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB di Airlangga Convention Center, Universitas Airlangga.
Diperkirakan ribuan pengunjung terdiri dari orang tua, tokoh pendidikan, dan masyarakat umum akan hadir menyaksikan bagaimana anak-anak Surabaya membawakan kembali kisah gemilang peradaban Islam dunia, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan kreatif mampu menjadi jembatan kuat untuk melestarikan dan menyebarkan nilai-nilai keislaman ke masa depan.
Mengapa Pendidikan Kreatif Jadi Kunci Pelestarian Warisan Islam?
Dalam era digital yang serba cepat dan instan, cara-cara konvensional mengajar sejarah Islam melalui ceramah dan hafalan dinilai semakin kurang efektif menangkap imajinasi generasi milenial dan Gen Alpha. Pendekatan kontekstual seperti yang diterapkan SD Muhammadiyah 16 Surabaya menawarkan solusi alternatif yang terbukti ampuh.
Dengan mensimulasikan peristiwa sejarah secara langsung — anak-anak tidak hanya mengetahui siapa Khalifah Umar ibn Khattab, tetapi juga "merasakan" suasana perundingan diplomatik di abad ke-7, atau "melihat" langsung kemegahan Perpustakaan Baghdad di masa Harun ar-Rashid. Pengalaman emosional ini membentuk ingatan jangka panjang yang sulit dilupakan.
Famfest 2026: Momentum Melestarikan Identitas Islam Modern
Famfest 2026 bukan hanya festival tahunan biasa. Ia menjadi panggung bagi komunitas pendidikan Islam Surabaya untuk menunjukkan bahwa tradisi intelektual dan spiritual Islam masih relevan, inspiratif, dan layak dijaga terus-menerus melalui pendekatan kreatif yang menyentuh hati anak-anak.
Jika pentas kemarin berhasil memukau, maka di Airlangga Convention Center nanti akan terlihat bukti nyata bahwa pendidikan kreatif mampu menjadi jembatan kuat untuk melestarikan dan menyebarkan nilai-nilai keislaman ke masa depan.
BSATUNEWS akan mengirim reporter ke lokasi untuk meliput secara langsung suasana Famfest 2026 pada Sabtu (23/5/2026) dan melaporkan hasilnya esok hari.
Berita Terkait
- ➤ Mudhafir Surabaya Hadiri Workshop Drama Historis Islam untuk Generasi Muda20 Mei 2026 · Pendidikan
- ➤ Unair Siap Terima Ribuan Pengunjung Famfest 2026 Akhir Pekan Ini19 Mei 2026 · Regional
- ➤ Opini: Revolusi Metode Mengajar Sejarah Islam di Sekolah Dasar17 Mei 2026 · Opini
- ➤ Parenting Guide: Cara Melibatkan Anak dalam Proyek Belajar Sejarah15 Mei 2026 · Gaya Hidup
- ➤ Liputan Eksklusif: Latihan Pentas Andalusia di SD Muh 16 Surabaya23 Mei 2026 · Wartawan Wawancara
\
.png)
.png)